Monday, October 10, 2016

Bukan Hanya Jarak, Namun Keyakinan pun Membedakan Kita

Ini tentu tidak mudah untukku dan kamu, namun kita kuat untuk saling mempertahankan. Pada awalnya aku ragu akan keputusan yang akhirnya menyatukan hati kita, namun semua keraguan itu perlahan menghilang. Hubungan ini sungguh terlalu sulit bagiku, namun akhirnya kau pun meyakinkanku.

Jarak pun mulai menjadi awal pengtengkaran yang tak berujung. Ingin sekali rasanya menghabiskan waktu berdua denganmu, namun aku tahu jarak tak mendukung keinginan ini. Kau begitu jauh dari pelupuk mata, namun suaramu begitu dekat. Mendengar suaramu saja pun aku mampu bahagia. Namun tetap saja, ada kalanya ingin bersama.



Begitu sulit pada awalnya, namun jarak tak lagi menjadi alasan untuk berpaling.
“Aku di sini dan kau di sana. Hanya berjumpa via suara. Namun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa. Meski kau kini jauh di sana, Kita memandang langit yang sama. Jauh di mata namun dekat di hati.”

Ya, dimana pun kita berada, meski berbeda tempat, namun kita tetap disatukan oleh langit. Semuanya begitu indah. Hubungan ini mengajarkanku bagaimana cara menjadi seseorang yang setia dan bertahan seorang diri untuk mempertahankan sebuah hubungan yang telah ku mulai denganmu.
Bukan lagi soal jarak, namun ini soal keyakinan yang berbeda.

Perbedaan di antara kita pun semakin saja rumit. Mengapa Tuhan membiarkan dua orang ciptaannya yang berbeda saling jatuh cinta? Mengapa Tuhan membiarkan dua orang ciptaannya memulai kisah cinta yang begitu rumit ini? Semuanya hanya memerlukan satu jawaban saja, yaitu: Cinta.

Dan perbedaan ini pun membuat kita saling ragu untuk meneruskan kisah ini.

“Segala perbedaan itu membuatmu jauh dariku. Biarlah sang waktu menjaga cintamu. Nyalakanlah api cinta, membakar ragu yang ada, Ku kan selalu setia hingga saat tiba.”
Kau bertanya padaku, apakah kau mampu melangkah lebih lanjut meski perbedaan ini sulit? Apakah kau mampu bertahan dalam kisah yang rumit ini? Apakah kau mampu menerima segala perbedaan ini? Dan aku hanya mempunyai satu jawaban yang tak beralasan, yaitu Ya. Tak ada rasa ragu dalam benakku untuk mengatakan tidak. Semua ini pasti akan segera terlewati dan aku yakin.

Perbedaan ini mengajarkan kita untuk saling menghargai.
Dalam kisah ini, kita tahu bagaimana caranya merindu yang begitu dalam. Kita tahu bagaimana kita harus melampiaskan rasa rindu ini. Kita tahu bagaimana kita harus bertahan pda rasa rindu yang begitu dalam. Dan akhirnya aku pun menyadari apa itu sebenarnya rindu.

Dan dari kisah yang berbeda keyakinan ini aku belajar bagaimana caranya menghargai orang lain. Aku menghargai agamamu dan kau mengharagai agamaku. Dan itulah yang menjadi alasanku untuk bertahan dalam kisah ini sampai saat ini. Karena kuyakin semua ini akan berakhir begitu indah.

idntimes.com

Previous
Next Post »